Monday, 25 November 2013

Belajar menggambar, untuk belajar..

Sebuah sketchbook, satu set pensil warna, pensil HB, pensil 6B, penghapus, dan rautan pensil.. sepertinya “nggak banget” mereka memenuhi meja di kamar saya. Hahahaaa..



Tapi begitulah fakta yang ada. Kalo masih kurang parah boleh lah disebut sekalian sebuah kamera poket Samsung WB250F, sebuah Binokuler Basco, dan buku fieldguide burung-burung di SKJB, menemani laptop Lenovo G530 saya yang saking imutnya sampe menghabiskan setengah luas meja (kalo handphone jangan ditanya ada dimana, kadang dia bisa tiba-tiba ada di tempat-tempat yang nggak disangka..).

Sementara itu, buku-buku sastra masih berceceran di lantai sekitar kamar dan beberapa pun tergeletak di kasur, kumpul kebo dengan pemiliknya di malam hari.

menarik! 2 jenis capung dalam 1 batang tanaman :)

Kembali ke paragraf pertama, akhir-akhir ini saya sukaaaa sekali menggambar. Untung masih belum masuk taraf “gila menggambar”. Saya tidak pandai menggambar, serius ini. Lebih mudah bagi saya menggambar sesuatu kalo ada contohnya, misalnya dari foto. Kalau diminta menggambar dari imajinasi, jadinya doodling..ujung-ujungnya jadi komik, hahaaa!! Masih ingat rasanya hari-hari yang membosankan di ESAC ketika saya dapat amanah untuk menghias sekitar 200 lembar grammar cards dengan ilustrasi-ilustrasi lucu (bzzzttt..)

susaaaah gambar background-nya..huhuuu :'(


Hmm, kalau sekarang saya lebih suka menggambar dari foto, terutama wildlife. Burung dan capung menjadi objek mayoritas (banyak persen dari tidak banyak gambar yang saya buat, hahaa..). Ada juga kupu-kupu, tapi ternyata susah baget nggambar detail sayapnya. Ada juga beberapa gambar manusia, tp saya agak kapok karena kebanyakan jadinya beda banget sama orangnya.


Burung-madu Gunung


Graphium doson


Gambar wildlife pertama yang saya buat sebetulnya tidak sengaja, waktu itu iseng saja ngisi waktu nganggur karena nggak bisa tidur. Nggambarnya pun di kertas biasa. Foto aslinya punya mas Uup, Burung Madu Gunung.  Nggak lama kemudian sebuah gambar kupu-kupu Graphium doson pun menyusul. Saya kaget loh, baru tau kalo ketika kita menggambar itu bumi berrevolusi 3x lebih cepat. Tau-tau udah pagi, hahahaa..

Ischnura senegalensis, pengen bgt ngasih caption cinta segitiga..hahahaa


Waaah, ternyata menggambar itu menyenangkan. Bahkan sekarang, hampir 20 tahun setelah saya masuk TK. Setelah itu rangkaian-rangkaian kejadian menjerumuskan saya makin dalam ke jurang warna-warni satwa liar Indonesia. Jadi sering main ke galeri Teratai-nya mas Feri di Tareko Malang, trus gambar-gambar juga meskipun jarang kesana lagi. Sketchbook saya sekarang sudah lumayan, lumayan ada isinya. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengijinkan fotonya saya reka ulang (Mas Zul, Pakdhe Sigit, Mas Maman, Rochmad, dll) dan kemudian membuat saya ngakak dengan komentar-komentarnya di bawah gambar yang saya unggah di Facebook.

Neurobasis chinensis florida


Sebetulnya, saya lebih mudah belajar kalo sambil digambar.. Kalo pernah ngegambar suatu jenis satwa gitu, pasti inget betul-betul. Beda dengan ngamatin di alam yang jarang bisa sampe lama, keburu kabur makhluknya. Beda dengan liat buku panduan lapangan. Saya merasa jauh lebih mudah menghafal spesies dengan cara menggambar, atau melihat-lihat foto. Karena sketsa di buku panduan bisa menipu, begitu juga pengamatan langsung yang dibumbui imajinasi, hahahahhhh..

Munguk Loreng, cantiiikkkk..

Satu-satunya gambar yang saya bikin out of my own imagination, adalah gambar “Hari Batik”. Dipicu oleh rasa iri yang menggebu-gebu karena nggak bisa birdwatching pada tanggal 2 Oktober 2013 karena itu hari REBO, dan geraaaahhhh banget rasanya dipamerin foto-foto orang yang rame-rame pake batik sambil pengamatan, akhirnya saya menggabungkan manusia, burung, anggrek, capung, dan kupu-kupu dalam satu objek. Niatnya dekoratif, tapi somewhat weird sih, hahaaa.. Mungkin karena nggambarnya di ruang tunggu HD, sambil bau-bau pemutih pakaian gitu..wkwkkwkk

Selamat Hari Batik!!

Buat saya menggambar itu seperti tidur: penghilang sumpeg dan pembunuh waktu saat sedang tidak ingin/bisa jalan-jalan. Sekarang ini, saya sedang tidak ada nafsu menggambar, malah lagi sibuk berkutat dengan hobi lain (ceritanya di entry berikutnya yaaa..). anggap saja seperti menulis, kalo lagi seneng ya bisa terus-terusan. Tapi kalo mood-nya lagi ngilang ya nggak bisa dipaksa juga, nggak bakal jadi apa-apa. Buktinya gambar yang setengah jadi pun udah berapa minggu nggak disentuh lagi. Biarin lah, itu gambar memang spesial.

Kedidi Putih

Salah satu impian saya, suatu saat insyaALLAH akan terwujud, adalah bikin cerita bergambar tapi isinya diambil dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an yang punya muatan lingkungan. Muluk ya? Mwuahahaa.. Nggak juga ah, kalau mau pasti bisa (nyontek motto-nya Segara Urip). Lumayan lah kalo bisa jadi media edukasi lingkungan untuk anak-anak. Entah anak orang lain, lebih bagus lagi anak sendiri (#eh).

Kirik-kirik Senja, mantab warna-warninyaaa burung ini :)

Nah, sementara nunggu mood nggambar saya balik lagi, akhirnya saya cari kesibukan baru. Menjadi sibuk memang menyenangkan, dan kesibukan saya akhir-akhir ini memang agak bikin gila. Untung rambut saya sudah tidak kribo lagi, hahahaa..

No comments:

Post a Comment