Tuesday, 19 November 2013

Nunut Ngiyup yang Mbois: Museum Rokok Bentoel

Kali ini saya tidak berniat untuk menjadi melankolis, tapi betul lho: hujan selalu membawa cerita. Bukan, ini bukan mau cerita menyek-menyek tentang percintaan, tapi tentang hujan yang dengan muslihatnya berhasil membawa saya terdampar. Di museum. Hahahahaaa, mbois bukan??

Ini museum bukan museum biasa, tapi museum rokok. Bukan satu-satunya di Indonesia (apalagi dunia) sih, tp untuk skala Malang, boleh laaah.. Yup, hari Sabtu (16 November 2013) kemarin tanpa sengaja saya mengunjungi museum rokok Bentoel di Jalan Wiromargo, dekat Pasar Besar Malang.
Welcome!

Hujan hari itu sedang rajin, sebelum dzuhur pun anak-anaknya sudah menyesaki udara. Dari rumah sakit, saya melanjutkan agenda lain di pusat kota. Tanpa terasa tiba-tiba saya sudah berada di daerah samping pasar besar, karena kebetulan ada sesuatu yang mau dibeli disana. Hujan menderas, menari-nari riang menggusur para ibu-ibu hingga terpaksa memaksa perut-perut dan pantat-pantat yang tak lagi ramping untuk menyelinap di antara gerobak-gerobak buah.

Sambil mengamati hujan yang tak merasa sedang ditunggu redanya, saya teringat pada sebuah "running text" di televisi yang mengabarkan dibukanya (kembali?) Museum Rokok Bentoel, yang rupanya tidak jauh dari tempat saya 'ngemper setengah mamel'. Daripada berteduh setengah hati di depan toko orang, mending berteduh di museum toh? Lebih elegan gitu..

foto bersama patung dada Ong Hok Liong, pendiri pabrik rokok Bentoel
Memasuki pagarnya saya langsung disambut (atau lebih tepatnya "diserbu", hahaaa) oleh 3 orang petugas yang kemudian mempersilakan saya untuk mengisi buku tamu. Wowww, rupanya saya masih masuk 20 besar pengunjung pertama, artinya memang belum ramai pengunjung yang kesini walaupun masuknya gratis. Setelah mengaku sebagai mahasiswa semester 1 (hahaa, penyakit lama!) saya melangkahkan kaki ke dalam museum yang saat itu sama sekali tidak ada pengunjung.
Jajaran komisaris PT Bentoel International Investama sekarang, didominasi oleh WNA

Perjalanan saya menjelajahi museum dipercerah oleh hadirnya 1,5 orang pemandu (yang 1 njelasin, yg 1 nggak jelas ngapain). Museum ini dulunya adalah rumah dari sang pendiri pabrik, yaitu bapak Ong Hok Liong, yang juga seorang pendatang dari Bojonegoro. Bersama keluarganya, beliau membangun pabrik rokok Bentoel bermula dari rumah sendiri, hingga sekarang memiliki beberapa pabrik yang tersebar di Malang Raya, dan telah bergabung dengan korporasi rokok terbesar ke-2 di dunia, British American Tobacco.
papan info sejarah Bentoel

Saya tidak mau cerita terlalu detail, takut jadi spoiler, hahaaa..Singkat cerita pada tahun 1930 beliau mendirikan pabrik rokok yang setelah mengalami beberapa kali pergantian nama akhirnya (dan sampai sekarang) mantab dengan brand "Bentoel".

papan info proses pembuatan rokok kretek

Jujur, sebelum masuk saya sudah membayangkan "museum" sebagai tempat yang remang-remang dan serba oldies. Tenyata saya lumayan keliru! Modern bangeeeet, dan cukup interaktif. Display-displaynya seperti papan informasi dan beberapa pajangan benda bersejarah sudah menggunakan neon box dan tata lampu yang mendukung. Di antara papan infonya antara lain bercerita tentang sejarah Bentoel sejak berdiri tahun 1930 hingga sekarang sudah menjadi produsen rokok tingkat dunia. Museum dibagi menjadi beberapa ruangan secara tematik, tidak besar dan terlalu banyak yang dipamerkan, tapi cukup untuk menuturkan sejarah dan tidak membuat bosan.

bioskop mini, filmnya tentang proses produksi rokok di pabrik

Selain itu di beberapa sudut juga terdapat fasilitas "bioskop" yang menampilkan proses pengolahan tembakau dan bahan-bahan lain hingga menjadi rokok, dan juga video beberapa iklan produk Bentoel dari masa ke masa.

Foto peresmian Bentoel oleh menteri agama saat itu. Menarik ya, Menteri Agama meresmikan pabrik rokok..hihiii

Salah satu media iklan rokok Bentoel. Jadul dan kocak banget, coba dibaca deh! hahaha..

Bagi saya, ruangan yang paling asik adalah ruangan yang berisi produk dan media iklan Bentoel dari masa ke masa. Salah satu dindingnya dipenuhi oleh hampir 200 jenis kotak rokok yang kesemuanya adalah produk Bentoel, baik yang dipasarkan di Indonesia maupun negara lain. Di ruangan itu terdapat juga video bermacam iklan rokok Bentoel di TV yang bisa disimak menggunakan headphone.
nonton video iklan-iklan Bentoel jaman dahulu di TV. Background: ratusan kotak rokok produk Bentoel sepanjang masa


Namun, meski terkesan modern, terdapat juga beberapa saksi bisu masa lalu perjalanan pabrik Bentoel. Ada mesin linting rokok, mesin sortir rokok-rokok yang "cacat", dan juga sepeda pancal bermesin yang dulunya biasa dipaka para sales untuk mengedarkan rokok ke warung-warung.

alat sortir rokok-rokok cacat produksi, untuk kemudian didaur ulang
Setalah menjelajah seisi museum, dan karena harus buru-buru pergi juga, saya pun mengakhiri kunjungan kali itu. Sebelum pergi, saya diminta saran & kritik oleh para pemandu. Saya bilang saja "Kalau bisa, pengunjung diberi fasilitas untuk mencoba melinting rokok. Di dalam sudah ada bahan dan alatnya, tapi dipajang dalam kotak kaca. Mungkin akan lebih menyenangkan kalau pengunjung bisa mendapat pengalaman langsung."

Hujan sudah berhenti. Saya berdoa, semoga hujan tidak pernah menjadi penghalang bagi saya dan siapa saja untuk bereksplorasi. Memang sulit (tapi tidak mustahil) untuk memungkiri bahwa hujan + kasur + selimut + minuman hangat + buku adalah kombinasi enak mutlak. Hujan berikutnya, kita kemana?

1 comment:

  1. Casino Vegas (SALTA) - Mapyro
    Casino Vegas is a Strip casino 논산 출장마사지 in 정읍 출장마사지 Las Vegas, Nevada. It opened 성남 출장마사지 in 1986. Now, it's one of the largest casinos 충청남도 출장마사지 in the 광명 출장샵 US.

    ReplyDelete