![]() |
| Pengennya bawa banyak buku selama perjalanan, ribet! |
Ada 2 jenis layar yang dimiliki e-Reader, yaitu layar LCD kayak punya smartphone dan tablet, serta layar e-ink yang tampilannya mirip banget sama kertas biasa. Keunggulan layar LCD adalah kita tetap bisa membaca dalam kondisi cahaya minim dan kita bisa membaca buku dengan tampilan berwarna-warni. Sedangkan layar e-ink unggul dalam hal tidak cepat membuat mata lelah dan tidak silau saat dibaca di tempat yang terang, meski buku yang kita baca cuma bisa muncul dalam warna hitam-putih.
Mengapa tidak populer? Yang pertama, gadget ini masih terbilang mahal. Yang termurah pun masih dibanderol dengan harga di atas 1,5 juta rupiah. Buat masyarakat kita, dengan harga yang sama lebih baik membeli smartphone canggih atau tablet yang lebih keren dan 'gaul' dooong.. Kedua, kurang fungsional karena memiliki fitur terbatas untuk membaca; sekali lagi e-Reader terkalahkan oleh smartphone dan tablet. Alasan yang ketiga, aktivitas membaca masih cenderung dilakukan karena menjadi keharusan, bukan kebutuhan.
Padahal banyak banget manfaat yang kita dapat ketika memiliki e-Reader. Pertama, bisa bawa banyak bukunggak pake ribet; ini bakal kerasa banget kalo kita bepergian dalam waktu lama, kan repot banget kalo pengen bawa setumpuk buku buat dibaca selama dalam perjalanan. Alasan kedua yang bikin e-Reader layak dipertimbangkan adalah karena buku versi digital akan mengurangi penggunaan kertas dan energi untuk mencetak buku, jadi sambil membaca kita juga jadi lebih ramah lingkungan. Berdasarkan pengalaman pribadi, e-reader juga relatif hemat energi kok. Satu kali nge-charge butuh waktu 2-3 jam, tapi bisa bertahan sampe hampir satu bulan. Bandingkan dengan smartphone atau tablet yang nyaris nggak bisa jauh dari saklar listrik atau powerbank.
Bagi orang yang hobi mengutak-atik gadget, pasti mereka tahu bahwa gadget juga memiliki aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk membaca file digital, termasuk e-book . Tapi sebagian besar pengguna, terutama anak muda, nggak memanfaatkan fitur ini dengan baik. Jarang sekali ketemu anak muda yang sibuk membaca e-book dengan gadgetnya, seringnya pasti sibuk mainan games, nge-"autis" di jejaring sosial, atau berkomunikasi dengan teman-teman yang jauh disanaaa. Penggunaan gadget untuk menunjang kepentingan bisnis dan pendidikan pun masih terbatas pada kalangan tertentu saja.
![]() |
| e-Reader ini yg aku punya, Nook Simple Touch :) |
Pesatnya laju penggunaan smartphone dan tablet di Indonesia ternyata tidak menjamin perangkat elektronik lain juga akan banyak diminati yaa. Hmm, mungkin hanya masalah waktu. Semoga saja.
Tiba-tiba sepupuku yang sekarang sudah kelas 4 SD mendekat,
"Mbak, aku mau main pake itu. Main tembak-tembakan," katanya sambil menunjuk e-Reader yang ada di sampingku.
"Wah itu beda sama punya bapakmu. Itu nggak bisa buat mainan, cuma bisa buat baca buku," aku berusaha menjelaskan sesederhana mungkin.
Kemudian tanpa komentar apa-apa sepupu kecil itu nyelonong pergi begitu saja. Ah, mungkin memang ketidakpopuleran ini nggak sederhana...


No comments:
Post a Comment