Tuesday, 3 July 2012

Puaaaas, Pengamatan Raptor di TNBTS



serius mengamaaati :)
Hari Sabtu, 2 Juni 2012 kemarin aku jalan-jalan lagi. Tp bukan jalan-jalan biasa, ini masih dalam sesi belajar birding, hehee.. Rencananya bertiga sm mas Heru dan Arif (anak Zoothera), tp ternyata si Arifnya ditunggu2in malah batal ikut. Yaa sudah wes berangkat berdua, dengan destinasi Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS), yang info lebih lengkapnya bs dilihat di http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bromo.htm 

Sampai di daerah Coban Pelangi sekitar jam 9. Tapi nggak langsung ke cobannya. Kami berhenti di suatu tempat terbuka, pas kami lihat ada seekor Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) terbang di atas ladang-ladang di sisi kiri jalan aspal. Kereeeen, dengan ukurannya yang besar, warna hitam pekat, dan ujung-ujung sayap yang terentang lebar pasti bisa membuat siapapun yg melihat jadi terpesona. Lebih lanjut ttg Elang Hitam, klik http://raptorindonesia.org/elang-hitam/) Akhirnya sang Elang Hitam menghilang dari pandangan, dan kami pun melanjutkan perjalanan. Setelah mampir sebentar untuk sarapan di dekat pintu masuk Coban Pelangi, kami terus lanjut ke atas, bukan turun ke air terjunnya.

Di seberang tempat kami bertemu Elang Hitam tadi ada perbukitan tempat dia menghilang, kami jadi penasaran untuk mengunjungi bukit itu juga. Sampai di atas bukit seberang itu, ternyata kami bisa melihat area perbukitan di depan kami dengan lebih luas, mungkin karena lokasinya lebih tinggi. Tak perlu menunggu lama, kami kembali berjumpa dengan sang Elang Hitam. Kali ini ia terbang berputar-putar diantara pepohonan pinus tidak terlalu tinggi dari tanah sehingga tanpa bantuan binokuler pun kami bisa mengamati sosok gagahnya dengan jelas. Ketika ia menghilang lagi, kami pun merasa sudah saatnya menjajal lokasi lain. Mas Heru bilang kalau dia punya spot favorit untuk pengamatan raptor, maka kesanalah pemberhentian kami berikutnya!


Elang Hitam, digiscoping by mas Heru
Lokasinya di sebuah tikungan dengan semak-semak yang agak terbuka, di jalan menuju Coban Trisula. Awalnya nggak ngerti kenapa bisa jadi spot favorit, tapi hanya dalam beberapa menit aku sudah dapet jawabannya. Elang Hitam lagi-lagi melintas di atas kami, dan juga kami bisa melihat sosok Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) beterbangan di sekitar pohon di kejauhan. Meskipun tempatnya panaaaas, tapi sebanding lah dengan apa yang bisa kita temukan disana.

Karena rencananya sekalian hunting spot pegamatan baru, kami lanjut ke TNBTS. Di depan gerbang TNBTS yang ada tulisan Selamat Datangnya itu ada tempat yang lumayan lapang dengan pemandangan perbukitan hijau yang masih subur dan ada sungainya juga di bawah. Timbullah hasrat ingin foto-foto, hahahaaa.. Biasanya orang kan lewat situ Cuma karena mau ke Gunung Bromo atau Semeru, tp sayangnya kebanyakan nggak memperhatikan apa yang mereka lewati en route. Padahal nih, dari Malang ke Bromo itu banyak banget hal menarik yang bisa kita jumpai. Mulai adanya beberapa air terjun, perbukitan berselimut hutan yang masih cukup alami dengan pepohonan yang bervariasi, perkebunan penduduk yang masih cukup tradisional, dan masih banyak lagi.

Petualangan berlanjut ke area TNBTS, waktu menunjukkan sekitar pukul 11 siang. Cuaca hari itu cerah dan terik matahari lumayan menyengat, sehingga kami mulai mencari tempat yang enak untuk istirahat. Beruntung tidak lama kami melewati suatu lokasi di bibir jurang yang cukup untuk sekedar melemaskan otot setelah berkendara 2 jam lebih. Dari situ kami bisa memandang perbukitan yang terhampar berlapis-lapis, puncak-puncaknya yang tersembunyi dalam selayang awan tipis, dan sungai yang menggaris berliku-liku memantulkan cahaya matahari di dasar lembah. 

Sembari mengobrol dan mengamati sekitar, tiba-tiba kami dikejutkan oleh munculnya 2 ekor burung yang terbang berdampingan melesat di depan kami, berputar-putar seirama, sebelum akhirnya menghilang dan kembali lagi beberapa menit kemudian. Yap, itu adalah seekor induk dan anakan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), atau biasa disebut burung Garuda yang juga menjadi lambang negara Indonesia! Ketika pasangan itu menghilang ke arah sisi kiri kami, mendadak di sisi kanan muncul 2 ekor Elang Jawa lagi yang terbang saling berkejaran dari arah bawah. Kami sempat heboh dibuatnya. Bayangkan, ada 2 pasang Elang Jawa memamerkan kecantikannya di depan kami hanya dalam jangka waktu beberapa menit! Kedua pasangan itu melintas berkali-kali di area lereng bukit tepat di seberang kami. Kadang terbang berkejaran, kadang sendiri-sendiri sementara pasangannya bertengger di sebuah pohon. Pengalaman pertama juga, hari itu aku ketemu istilah ‘mobbing’, yaitu peristiwa dimana Elang Jawa dikejar dan diserang oleh burung yang lebih kecil seperti Srigunting Kelabu (Dicrurus leucophaeus) karena dianggap membahayakan. Wuiiih, seru banget! Meskipun ukurannya jauh lebih besar, sang Garuda sempat kewalahan juga diserang secara ngeyel dan bertubi-tubi oleh seekor Srigunting Kelabu sampai Elangnya menjauh dari lokasi tersebut. Di sela-sela jeda waktu saat para Elang Jawa menghilang dari pandangan, kembali seekor Elang Hitam menyapa di bukit sisi belakang kami. Raptor besar itu rupanya ingin memamerkan kemahirannya terbang di antara pepohonan. Tak pelak lagi, kami juga mengejar sampai mengikuti setiap gerakannya, bahkan kami sempat mengamatinya dengan jelas saat ia bertengger selama beberapa detik.
keindahan TNBTS nggak cuma di gunung Bromo!
 Buat mas Heru yang udah sering ketemu raptor, hari itu dia termasuk paling banyak perjumpaan dengan raptor di satu spot. Buat aku? Susah banget dijelaskan! Kadang waktu elang-elangnya seliweran di depan kami, mas Heru udah asik digiscoping sendiri sementara aku melongo aja di sebelahnya sambil mengagumi makhluk mitologis itu sekaligus nggak bisa berhenti memuji penciptanya. Waaah, pokoknya kami nggak nyangka banget, beruntung sekali kami nggak sengaja berhenti di tempat itu! Emang kalau niatnya udah baik itu pasti dikasih aja jalannya yaaa. Termasuk waktu aku dengan barbar mengenyahkan segerombol semak-semak yang menghalangi pandangan kami ke arah lembah, untung nggak ketahuan petugas TNBTS, hehehhh.. 

Nggak terasa 2 jam sudah kami menjajah sepetak tanah lapang itu. Sempat diliatin serombongan yang kebetulan juga istirahat disitu, mereka makan2 sementara kami berdua heboh sendiri ngeliatin elang sambil lari-lari, loncat-loncat, teriak-teriak kegirangan. Cuek ajaaa, eh tapi seneng juga lama-lama si rombongan ini penasaran juga lho! Sekitar jam 1 siang para elang udah mulai semakin jarang menampakkan diri, kami pun memutuskan sementara cukup lah pengamatan hari ini. Sebelum pulang kami dihibur dengan atraksi 3 ekor Elang Hitam terbang berputar-putar tepat di atas kami. 2 Juni 2012, suatu hari yang menakjubkan dan mungkin tidak terlupakan! Maka pulanglah kami dengan kegembiraan yang meluap-luap serta secercah harapan baru atas keberadaan raptor di TNBTS, dan berarti juga kami punya kewajiban untuk melestarikan keberlangsungan hidup mereka dan habitatnya. Semoga jika kelak bertahun-tahun dari sekarang kami kembali lagi, kami masih bisa menjumpai banyak raptor. Entah di TNBTS, atau di tempat lain. Semoga pengalaman hari itu bisa memacu kami, teman-teman kami, dan semangat konservasi makin meluas lagi!

No comments:

Post a Comment