Hari Sabtu 14 April 2012 kemaren aku belajar birding lagi. Setelah ke Sempu bulan sebelumnya, kali ini ke Tahura R. Soeryo, Cangar…masih bersama mas Heru J Tapi kali ini beda, soalnya di tengah jalan fokusnya berubah nggak ke burung lagi,heheh..
Berangkat dari rumah jam 7, waktu kami lewat di daerah Bumiaji-Karangploso tiba-tiba ada kupu-kupu besaaar banget tergeletak di jalan. Ternyata itu sejenis ngengat, dia nggak bisa terbang soalnya sayapnya kena air sampe badannya terbalik. Kami turun dr motor, trus “menyelamatkan” ngengat itu, padahal tujuan sebenarnya mau foto2 sih.. Masih sempat lepas & terbang dianya! Untung nggak jauh, dia hinggap di rumput2 yg agak ke bawah.. Syukur deh kami masih bs dapet fotonya! Tapi belum tau itu ngengat apa namanya.. Waktu itu jam 7.15 pagi, cuacanya cerah, dan lokasinya di daerah persawahan deket rumpun bambu dan sungai.
![]() |
| Takur tohtor di pohon mati :) |
Habis itu kami kembali ke tempat wisata, karena sebenernya kami janjian sama anak2 Zoothera (kelompok birdernya Biologi UB) buat birding bareng. Waktu balik ke atas, kami ketemu serombongan Monyet Ekor Panjang yang lari2 di tengah dan tepi jalan aspal, kayaknya mereka seneng banget liat manusia lewat. Bukan karena ngrasa mirip tapi ah! Mereka kayak gitu soalnya terbiasa dikasih makanan sama orang2 yg lewat situ, jadi mereka ngira kami bakal ngasih juga. Apalagi waktu itu aku lagi makan pisang goreng, langsung pegang erat2 deh! FYI, ngasih makanan ke satwa liar itu nggak bagus lho, karena: 1. mereka bakal ketergantungan,nggak mau/bisa lagi cari makan sendiri, 2. Mereka jadi nggak takut sama manusia, nah kalo ketemu pemburu terus mereka malah ngedeketin kan gawat juga! Setelah itu kami ketemu sekelompok lutung jawa, lumayan banyak anggotanya. Tapi ada 1 yang ekornya buntung, kasian banget. Pas mendekati wisata Cangar, kami ketemu 3 ekor burung Sikatan Ninon dan seekor Cikrak Muda yang dengan santainya berpose di pepohonan pinggir jalan, kayak nggak takut orang.
Di dalem tempat wisata, ada banyaaaak banget Walet Linchi. Mungkin mereka kumpul disitu soalnya airnya hangat dan ada banyak banget ikan kecil2 di sungainya itu (padahal dulunya nggak ada). Eh ternyata anak-anak Zoothera udah kelar birdingnya, mereka berangkat dari pagi banget sih.. Kenalan2 gitu disana sama beberapa yang belum kenal, waaaah makin banyak teman makin banyak cerita, bakal makin seru ini J Setelah hunting foto makro sebentar sama Bayu, akhirnya aku sama mas Heru lanjut jalan ke deket Gua Jepang, tapi keluar dari jalur normal. Mau cari Paok katanya, tapi nggak nemu. Malah foto2 makhluk lain sampe terperosok ke sebuah lubang, hahahaaa.. Akhirnya blusukan juga! Pake berlicin2, nggantung2 di pohon, masuk sungai, pas ada pakde2 mau mandi, parahh.. Tapi masih kurang puas, mau lagi (eh?)
Sebelum pulang, kami naik ke jogging track jalur normal. Diatas, kami ketemu beberapa jenis burung lain termasuk sepasang Sepah Gunung, Burung Madu Gunung, Sikatan Belang, Sikatan Kepala Abu, Bentet Kelabu, dan Ceret Gunung. Beberapa diantara itu cuma ada suaranya aja sih, jadi ya sedikit bingung lah pemula ini..
Kabut mulai menyelimuti Cangar, dan pengunjung mulai sepi . Kami pun beranjak pulang. Di daerah Sumberbrantas kami lagi-lagi ketemu dengan jenis ngengat seperti yang kami temui tadi pagi. Kali ini kami putuskan untuk membawa pulang ngengat itu, untuk identifikasi. Sayapnya sama persis, tapi bentuk badannya agak berbeda, itu yang bikin penasaran! Kami nemu ngengat itu jam 13.10 di daerah perkampungan sekitar lading. Setelah 1 jam, kami sampai di rumah dan mulai autis mengutak-atik ngengat raksasa tersebut. Berikut data dari ngengat kedua yang kami dapat melalui proses “morfometri” (ilmu baru..yeyyy!!)
Nama: Ngengat Atlas / Atlas moth (Attacus atlas)
Rentang sayap: 22 cm
Panjang @sayap: 10,5 cm
Panjang setengah sayap: 6 cm (atas), 6,5 cm (bawah)
Lebar sayap (pada pangkalnya yg menempel tubuh) : 8,6 cm
Diagonal ujung atas-ujung bawah sayap: 13 cm
Panjang badan (ujung kepala-ujung perut): 4 cm
Diameter perut (abdomen): 1,1 cm
Panjang antenna: 2 cm, panjang bulu antenna: 0,5 cm
Panjang kaki (paling depan): 2,6 cm. Masing2 kaki memiliki 3 ruas (2 buku)
Detail sayap bawah: Lebar 5 cm, memiliki 4 tulang vena besar. Vena 1 & 4 tidak memiliki anak vena. Vena 2 & 3 memiliki masing-masing 3 anak vena.
Detail sayap atas: memiliki 1 tulang vena besar yang memiliki 4 anak vena
Masing2 dari keempat sayapnya memiliki “jendela” transparan selebar kurang lebih 1,5 cm.
Info lebih lanjut tentang Atlas moth di entry selanjutnya tentang Atlas moth yaaa..!! Sampe ketemu di perjalanan berikutnya!!





No comments:
Post a Comment