Akhir tahun 2011 lalu, ProFauna punya hajat besar, yaitu ulang tahun yang ke-17. Ulang tahun ke-17, atau sering juga disebut dengan Sweet Seventeen, pastinya adalah sesuatu yang spesial. Angka tersebut bukan hanya sebagai simbol periode eksistensi organisasi kita ini, tapi di balik semua itu yang terpenting adalah semua pencapaian dan pengalaman yang telah diraih; baik dari segi profesional maupun dari segi keanggotaan. Nah, biasanya ulang tahun ke-17 dirayakan sedikit lebih spesial dari usia-usia lain (terutama buat cewek-cewek nih..) karena dianggap sebagai usia transisi menuju kedewasaan.
Untuk membuat peringatan ulang tahun yang ke-17, ProFauna memberi kesempatan bagi para supporter yang ada di Malang untuk membuat konsep seluruh acara dengan kreativitas masing-masing. Sekitar satu bulan sebelum hari H, yang jatuh pada tanggal 25 Desember 2011, Pak Rosek mengumpulkan beberapa supporter di Malang untuk menyampaikan maksud ProFauna dalam menyambut Sweet 17. Kami diberi kebebasan untuk berkreasi menyusun suatu perayaan ulang tahun yang istimewa, lain dari sebelumnya, dan pastinya yang bisa selalu dikenang. Waaah, awalnya sempat kaget juga kami diberi kesempatan seperti ini, karena sebelumnya kami cuma datang sebagai supporter dan penggembira, bukan sebagai panitia.
Waktu terus berlalu, kami mulai bingung.. Mau bikin acara kayak gimana? Kami diberi tahu tentang peringatan ulang tahun ProFauna ke-10 yang dulu juga dirancang oleh para supporter. Keren juga konsepnya, dan makin bingung juga kami soalnya kami mesti bikin yang keren kuadrat. Setelah beberapa kali kami berkumpul dan ngobrol-ngobrol soal konsep acara ditemani beberapa gelas air dan beberapa kantong kripik singkong............akhirnya kira-kira seminggu sebelum hari H kami seudah dapat gambaran acaranya nanti. Seperti apa? Rahasia.. (Baca terus dong!)
 |
| wajah2 panitia :) |
H-2, belum ada persiapan. Karena semua yang terlibat dalam kepanitiaan adalah mahasiswa banyak acara (hahaha..), jadi waktu h-2 itu kami baru sempat datang ke PWEC untuk melihat lokasi kegiatan dan membayangkan kira-kira seperti apa nanti penataan dan dekorasinya. Besoknya, H-1, barulah kami ada di PWEC sepanjang hari. Seharian itu kami betul-betul all out untuk Sweet 17: mulai dari membawa beberapa kostum satwa dari Malang, memasang dekorasi (yang dirancang oleh Toni), menata venue, merancang persembahan khusus, dan membuat rundown acara. Para staff, bahkan Pak Rosek sendiri pun, sampai tidak kami hiraukan..iya dong, namanya juga mau bikin surprise, hehe.. Capek juga sih, soalnya semua diborong dalam 1 hari, mungkin capek tertawa juga karena selama proses persiapan itu banyak sekali kejadian lucu, selain juga kami membuat konsep acara yang memang santai dan menyenangkan. Tapi segala capeknya itu masih kalah dari senangnya kami para muda-mudi supporter ini bisa bekerjasama demi mempersembahkan yang terbaik bagi seluruh supporter ProFauna.
 |
| hadiriiiiiiin.. | |
Hari H datang juga!! 25 Desember 2011, banyak sekali supporter dari Malang maupun luar kota yang datang jauh-jauh untuk meramaikan peringatan Sweet 17 ProFauna. Pagi itu dimulai dengan "sedikit" heboh di antara panitia karena banyak hal-hal yang tidak terduga, seperti hujan yang mendadak turun mengguyur PWEC, tapi bersyukur sekali acara bisa dimulai tepat waktu dengan hadirin yang cukup banyak. Setiap hadirin dihimbau untuk membawa sebuah kado kecil untuk nantinya saling ditukar dengan supporter lain (usulan dari Ghazali), dan juga mendapat secarik kertas kecil yang harus diisi dengan harapan-harapa dan doa bagi ProFauna, yang nantinya kertas-kertas itu digantung di sebuah Pohon Harapan (yang idenya datang dari Zainal).
 |
| Tari tradisional |
 |
| kue dari PWEC |
Pukul 10.00 acara dibuka dengan sebuah tarian tradisional yang ditampilkan oleh Trias. Belum selesai penonton terpukau acara dibuka secara resmi oleh MC, yaitu Piem-piem dan Ihsan. Kemudian berturut-turut memberi sambutan adalah perwakilah dari Bali (Ibu Wita), Maluku (Pak Iskandar), PWEC (Pak Irul), supporter & panitia (Bayu Rizky), dan terakhir dari Pak Rosek yang langsung diikuti oleh pemberian sebuah kue tart cantik persembahan dari para staff dan karyawan PWEC, diikuti dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang terbuat dari jajan pasar. Selanjutnya ada pemasangan kertas-kertas bertuliskan harapan bagi ProFauna di Pohon Harapan. 3 harapan yang terpilih oleh Pak Rosek mendapat hadiah khusus dari ProFauna berupa merchandise. Lalu ada juga sesi doorprize yang pastinya ditunggu-tunggu oleh para supporter karena hadiahnya, yang disponsori oleh salah satu brand produk adventure ternama, selalu menarik dan jadi rebutan.
 |
| potong tumpeng!! |
 |
| penayangan video |
 |
| pohon harapan |
Hujan tidak menyurutkan jalannya acara, malah semakin meriah dengan penayangan sebuah video hasil ciptaan Isma dan Galuh yang menceritakan kegiatan dan perjalan ProFauna sejak awal berdiri hingga sekarang, serta berbagai kegiatan ProFauna yang jarang dilewatkan oleh supporter seperti aksi, animal watching, kegiatan edukasi, dan masih banyak lagi. Pada bagian akhir, terdapat ucapan khusus dari supporter di seluruh Indonesia antara lain dari Pascara, drh. Pandu, pak Daniel, mas Trisno, dan ibu Endang (Malang), mas Zamroni & mbak Ida (Sidoarjo), serta Muthia & Wulan (Jakarta) yang seluruhnya mengucapkan selamat ulang tahun dan menyampaikan kebanggaan, harapan, serta doa bagi Profauna di masa mendatang. Meskipun beberapa dari mereka tidak dapat hadir, namun video tersebut seakan jadi penghubung kekompakan di antara kami semua.
 |
| perburuan lutung & penyu |
Belum semenit video ditutup, belum reda keterkejutan hadirin atas video yang sederhana tapi bermakna itu, suguhan lain menyusul dari bagian belakang para supporter. Musik dengan nuansa jungle dimainkan (oleh Zia), dan tiba-tiba seekor lutung (diperankan oleh Didik) dan seekor penyu (diperankan oleh Asti) berjalan riang dengan gaya unik masing-masing di tengah penonton yang terkesima oleh kejutan yang seakan tiada habisnya. Lutung dan penyu berlagak seolah menikmati hari yang menyenangkan, bermain diantara hadirin dan bereksplorasi di area panggung. Namun mendadak seorang 'pemburu' (diperankan oleh Hendra) datang merubah keadaan. Suasana jadi mencekam, apalagi kala sang pemburu menjerat lutung dan penyu dengan tali dan jerat yang ia bawa. Stawa-satwa itu pun meronta-ronta kesakitan, tapi mereka gagal dan akhirnya terbujur lemas di tanah. Sang pemburu pergi dengan puas, namun saat ia kembali ingin berburu untuk kedua kalinya ia menyaksikan betapa menyedihkan keadaan lutung dan penyu yang jadi korbannya; maka ia pun sadar akan kesalahannya dan menyesal. Akhirnya ia melepaskan jerat pada hewan-hewan malang itu. Sebagai bukti penyesalan dan tobatnya, ia mengambil sesuatu dari belakang panggung, yaitu.....sepenggal kepala harimau! Waaah, lutung dan penyu langsung kalang kabut menyaksikan kepala harimau yang dibawa oleh pemburu, mereka pun mengadu pada Pak Rosek, membawa Pak Rosek (yang bingung juga, kok tiba-tiba jadi bagian dalam drama..hehehh) ke atas panggung untuk menyelamatkan mereka. Eeeeh, ternyata si pemburu bukan mau memberi kepala harimau! Di belakang kepala harimau itu ada sebuah kardus berisi kue ulang tahun yang telah dipersiapkan oleh panitia sebagai simbol hari jadi ProFauna.
 |
| kejutan dari supporter/panitia |
Serempak para hadirin bertepuk tangan atas aksi teatrikal yang berujung dengan kejutan tersebut. Kemudian kami melakukan doa bersama lagi (dipimpin oleh Arif) untuk kebaikan bersama di masa yang akan datang, agar apa yang telah kami tanggalkan di Pohon Harapan dapat berbuah kenyataan.
 |
| Happy Sweet 17 ProFauna..!! |
Keceriaan hari itu belum usai. Kado-kado kecil yang dibawa oleh para supporter mulai diundi. Tiap hadirin mendapat satu nomor undian, yang nanti bisa ditukarkan dengan bingkisan dengan nomor yang sesuai. Waaah, semua langsung berebut mencari kado untuk masing-masing. Panitia menentukan bahwa kado harus merupakan produk ramah lingkungan, sederhana, dan tidak mahal. Ada yang mendapat makanan, produk kerajinan, dan lain sebagainya. Nah, berikutnya adalah poin acara yag paling ditunggu, yaitu makan-makan!! Sambil menyantap hidangan yang telah dipersiapkan oleh PWEC, kami memanfaatkan waktu untuk bercakap-cakap antar sesama supporter. Perbedaan profesi dan tempat tinggal membuat kami jadi sangat menghargai saat-saat dimana kami bisa berkumpul dengan teman-teman yang memiliki satu visi seperti ini, sungguh kesempatan yang langka. Para supporter ProFauna terdiri dari bermacam latar belakang, mulai dari pelajar dan mahasiswa, guru, pengusaha, seniman, dll dari berbagai bidang pula; tapi justru perbedaan itulah yang sebetulnya membuat kami lebih kaya akan pengalaman dan sudut pandang. Sebagai tambahan, kami membuat video dari seluruh rangkaian acara hari itu dan diselingi juga oleh ucapan-ucapan khusus dari beberapa supporter yang mewakili berbagai latar belakang.
Demikian, seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh para supporter ProFauna dari Malang akhirnya bisa terlaksana dengan lancar dan sesuai rencana, bahkan mungkin lebih dari yang kami targetkan. Semoga ini juga menjadi titik tolak bagi kami para supporter untuk mempersembahkan yang terbaik bagi satwa liar dan habitat mereka, sesuai dengan tema besar Sweet 17 ProFauna Indonesia yaitu "NEW SPIRIT FOR WILDLIFE AND FOREST" . ProFauna, mantaaaaaaab!!!!!
No comments:
Post a Comment